Jumat, 04 Oktober 2013

PENANTIAN

5. PENANTIAN
Oleh: Satriani Kaseng

Kutitip salam rindu untukmu lewat semilir angin malam ini
Langit mendengar bisikanku yang kan tiba di serambi hatimu
Kusapa engkau tengadah melayang terbang ke ujung malam
Berkhayal mengembang mimpi bersama hadirnya rindumu
Berharap bahagia kan menempati ruang hatimu dan hatiku

Keheningan malam ini sepi menepis menguak rinduku
Ingin menatap senyuman indahmu yang kudekap erat
Lewat untaian rinduku bersama larut kelamnya malam
Kini kunyanyi merdu dan kulagu hati dan jiwaku
Berpulang di awal mimpi bahwa ragamu tak dapat hadir

Kunanti tetap engkau sampai ujung pengharapan jiwaku
Meski memaksaku mengalirkan air mata yang tiada kurancang
Berharap selalu sulaman kasih terpaut menghadiahi kemanisan
Menanam arti kebersamaan kita menyemai benih cinta kasih
untuk kelak mengisi ruang dalam episode kehidupan kita bersama.

Sumigo, 4 Oktober 2013.

6. PENANTIAN USAI
Oleh: Satriani Kaseng

Sepenggal masaku telah berlalu, sepanjang lorong-lorong waktu
Sekian saat kunanti hadirmu seiring asa kucoba betah dalam harap
Tahun berlalu kepergianmu kunanti kembali saat berpaling padaku
Telah kucoba menggapai hadirmu, namun tetap engkau tak teraih
Kini raga dan jiwaku telah lelah dalam sebuah penantian panjang

Engkau memberiku setangkai mawar penuh duri menusuk jiwa
Membuat luka dan harus melupakan asa yang pernah kau ungkap
Lorong waktu usai memberiku kebosanan atas harap dan impian
Semua tak dapat tergapai dan memaksa waktu harus melangkah
Laksana senja harus masuk peraduan dengan waktunya yang tepat

Kini kutelah lelah dan tak berani berharap untuk hadirmu kembali
Segalanya harus berlalu dengan langkah ke lorong waktu yang lain
Biarkan semua kenangan pergi dan menjadi cerita sepenggal waktu
Penantianku telah usai di ujung sebuah pengharapan untukmu
Semoga keputusan menjadi yang terbaik untuk langkah ke depan.

Sumigo, 4 Oktober 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar